Selasa, 20 Desember 2016

MAKNA BENANG TRI DATU SUKU BALI DALAM AJARAN HINDU



Om Swastiastu


Gelang Tridatu terbuat dari tiga benang berwarna Merah, Hitam dan Putih. Gelang Tridatu bukanlah jimat atau benta bertuah lainnya tetapi simbol dari Tuhan Yang Maha Esa yaitu Hyang Widhi dengan manifestasinya sebagai Dewa Brahma, Dewa Wisnu Dan Dewa Siwa. merupakan simbol dari Dewa Tri Murti yaitu Merah simbol Dewa Brahma, Hitam simbol dari Dewa Wisnu dan Putih simbol dari Dewa Siwa.
Jadi jika anda berpikir bahwa gelang Tridatu adalah jimat itu sama sekali tidak benar. Tridatu adalah simbol dari Hyang Widhi dengan manifestasinya sebagai Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Biasanya dinuat oleh sulinggih di Pura Dalem Ped, Nusa Penida untuk para pemedak yang tangkil atau berhadir ke Pura tersebut. Selain sebagai lambang Tri Kona (kelahiran, hidup dan kematian) dengan menggunKn Tridatu diharapkan kita selalu ingat dengan kebesaran Tuhan sebagai maha pencipta, pemelihara dan pelebur.
Sejarah benang Tridatu dimulai pada abad 14-15 ketika Dalem Watu Renggong menjadi raja di Bali, saat menaklukan Dalem Bungkut (Nusa) oleh patih Jelantik, telah terjadi kesepakatan antara dalem Bungkut/Nusa dengan dalem Watu Renggong, kesepakatan itu bahwa kekuasaan Nusa diserahkan kepada Dalem Watu Renggong  (Bali) begitu pula rancang dan rancangan beliau (Ratu Gede Macaling) dengan satu perjanjian akan selalu melindungi umat Hindu atau masyarakat Bali yang bakti dan taat kepada Tuhan dan Leluhur, sedangkan merka yang lalai akan dihukum oleh para rencang Ratu Gede Macaling , bila beliau akan melakukan tugasnya maka kulkul atau kentungan Pajenanengan yang kini disimpan dan di sungsung di Puri Agung Klungkung akan berbunyi sebagai pertanda akan ada malapetaka atau wabah, Benang Tridatu digunakan simbol untuk membedakan masyarakat yang taat atau bakti dengan masyarakat yang lalai atau tidak taat, dan sejalan dengan identitas Hindu Bali maka benang Tridatu merupakan identitas yang tidak tergantikan oleh apapun karena selalu dilindungi oleh kekuatan Hyang Widhi. 

Om Santih Santih Santih Om

Tidak ada komentar:

Posting Komentar