Selasa, 20 Desember 2016

MAKNA PELANGKIRAN


Hasil gambar untuk gambar pelangkiran baliOm Swastiastu

Beberapa hal penting yang perlu kita ketahui tentang pelangkiran yaitu :
Dalam penempatan Pelangkiran didalam rumah yang tidak boleh dilupakan ialah diperlukan ada pelangkiran disetiap kamar tidur (bagian atas kepala tempat kita tidur) untuk dilinggih "Kanda-Pat", sedangkan untuk istana Sang Hyang Kumara bagi bayi yang belum upacara 3 bulan, pelangkiran dari anyaman bambu. Dan pelangkiran yang ada didapur untuk Linggih Bhatara Brahma dan Bhatara Wisnu, ditempatka "Pulu" berisi beras segenggam. Dipelangkiran itu perlu di isi "pejati" yakni banten tegteg, daksine peras dan ajegan, daksina , peras, da ajuman.

Setiap Purnama pejati ini diganti dengan yang baru. setiap hari ngejot atau maturan dipelangkiran-pelangkiran itu dengan canang sari berisi masakan hari itu, cukup dengan sesontengan atau memakai bahasa biasa saja tidak usah pakai mantra. Tirta untuk mebanten saiban itu mint di geria-geria , yaitu tirta pelukatan (penyucian). Tirta itu bisa dipakai selama sebulanan atau lebih.
Saat tilem atau bulan mati yang dihaturkan adalah pejati(tegteg, daksina, peras ajuman) sama seperti purnama tapi dibawah pelangkiran diisikan segehan nasi manca warna.

Jika ingin melinggihkan patung Dewa Siwa pelangkiran kamar menurut Bhagawan Dwija boleh boleh saja akan tetapi terlalu berlebihan, karena Dewa Siwa adalah Niyasa Tuhan (Sang Hyang Widhi) mestinya di istanakan dilingkungan atau tempat yang sakral atau suci, bukan dipelangkiran kamar tidur yang mungkin digunakan untuk hal-hal yang khusus.

Jika merantau dan ingin tetap memuja Sang Hyang Widhi letakkanlah pelangkiran itu diruangan yang khusus yang tidak dipergunakan untuk tidur. karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dikamar tidur untuk stana kanda Pat.

Dalam lontar "Aji Maya Sandhi" disebutkan ketika manusia sedang tidur maka Kanda Pat keluar dari tubuh manusia dan bergentayangan , ada yang duduk di dada, di perut, di tangan dan sebagainya. sehingga mengganggu tidur manusia, oleh karena itu perlu dibuatkan pelangkiran untuk stananya agar mereka dapat melaksanakan tugas sebagai penunggu urip.

Jadi tentunya dengan meletakan pelangkiran di dalam kamar, maka niscaya dalam tidur akan terasa lebih nyenyak karena sudah ada yang menjaga dari segala bentuk gangguan dari roh jahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar